Rabu, 16 Desember 2009

Perahu Bercadik

PERKEMBANGAN KAPAL


Penduduk yang berada di tepi pantai atau di pinggir sungai mempunyai kegiatan sebagai nelayan di samping bercocok tanam.Kegiatan sebagai nelayan terus berkembang sementara usaha jasa transportasi berkembang menjadi kebutuhan.
Kehidupan pelayaran yang berawal dari kegiatan sekelompok orang atau masyarakat, selanjutnya berkembang menjadi kegiatan antar pulau, antar negara bahkan antar benua.
Perkembangan kapal diawali dari sejarah kuno yaitu orang-orang Mesopotamia di lembah sungai Eufrat dan Tigris membuat perahu dengan bahan papirus, yaitu sejenis rumput ilalang yang tumbuh di rawa.
Gambar di atas adalah gambar perahu yang ditemukan di sekitar piramida Giza di Mesir. Perahu tersebut dipergunakan oleh Raja Khufu (King Cheops) yaitu dinasti Fir'aun yang ke dua dari kerajaan Mesir Kuno. Diperkirakan dipakai 2.500 tahun sebelum Masehi.
Sedangkan orang-orang Nusantara membuat perahu dengan menggunakan buluh bambu.Dengan perahu yang sederhana tersebut mereka mampu mengarungi samudera yang luas sehingga menempati pulau-pulau seluruh Nusantara. Perlu diketahui bahwa menurut penelitian nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Cina bagian Selatan tepatnya dipropinsi Yunnan.


Jenis-jenis perahu :
Jenis perahu kita bedakan yaitu :

a. Perahu Tradisional, dengan pengertian bahwa perahu tersebut dibuat dan dinamai oleh nelayan nelayan setempat di daerah Nusantara.Gambar di sebelah kanan adalah gambar relief yang ada di candi Borobudur yang menunjukkan bahwa orang-orang di Nusantara telah menggunakan perahu untuk mengarungi samudera.

b. Perahu Non Tradisional, yaitu perahu perahu atau kapal yang dibuat dengan tehnik dari asing dan sesuai dengan perkembangan modern.

A. Perahu Tradisional.
Perahu atau kapal tradisional banyak sekali jumlah dan macamnya sesuai dengan daerah setempat, antara lain :
1. Perahu Belongkang : adalah perahu yang terbuat dari sebatang pohon yang dilobangi. Nama-nama dari daerah lain misalnya : Sampan, Konthing (Jawa), Perahu Lading, Jolong-jolong, Perahu Seludang atau Perahu Mancung. Dinamakan perahu Mancung bentuknya seperti kelopak bunga kelapa.Di antara itu ada perahu Compreng yang digunakan untuk ppenyeberangan di sungai-sungai.
2. Perahu Bagong adalah perahu yang besar.
3. Perahu Balang adalah perahu layar bertiang dua. Di Riau orang menamakan Perahu Gubang.
4. Perahu Mayang adalah perahu yang digunakan untuk menangkap ikan atau juga dinamakan perahu Pukat, karena perahu tersebut digunakan untuk menangkap ikan dengan menggunakan pukat.
5. Perahu Mandar adalah perahu dari daerah Mandar, Sulawesi. Gambar di bawah adalah perahu Mandar dari daerah Sulawesi.





6. Perahu Phinisi adalah perahu yang terkenal dari daerah Bugis, Sulawesi Selatan. gambar di bawah adalah bentuk perahu Phinisi.









7. Perahu Sasak adalah kendaraan air yang dibuat dari batang pisang, buluh bambu atau kayu yang dirangkai (rakit).
8. Perahu Gubang adalah perahu layar di daerah Riau (Orang Laut).
9. Perahu Pukat adalah perahu yang digunakan untuk menangkap ikan di laut. Jenis perahu ini nama-nama lainnya perahu Mayang.

B. PERAHU BERCADIK.


Cadik merupakan alat keseimbangan yang dipasang pada perahu. Sehingga perahu tidak gampang terbalik. Daya muat perahu cadik lebih banyak dibanding dari perahu yang tak bercadik yang hanya bisa memuat satu atau dua orang.

Penggunaan perahu cadik juga masih terbatas pada nelayan tradisional yang sifatnya sederhana yang kegiatannya tidak jauh dari pantai. Perahu cadik kadang-kadang dilengkapi dengan layar. Pada saat sudah banyak perahu yang dilengkapi dengan mesin tempel.

C. PERAHU LAYAR.


Perahu layar atau kapal layar adalah kapal yang digerakkan oleh tenaga angin yang ditangkap oleh layar. Perahu layar paling kuno terbuat dari rakit jerami atau papirus yang digunakan di Mesopotamia sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi.

Dua ribu tahun kemudian ada perahu dari kayu dengan layar persegi dan tiang kayu yang berlayar di Sungai Nil. Orang Mesir menciptakan menciptakan bentuk layar yang dapat dibelokkan dan melaju dengan mudah sekalipun angin datang dari samping. Orang Mesir dan Phoenicia menggunakan perahu seperti itu untuk mengarungi Laut Tengah dan sebagian pesisir Afrika.


Kemajuan besar berikutnya adalah penemuan layar segitiga oleh bangsa Arab dalam abad ke tiga Masehi. Layar seperti itu memungkinkan kapal masih menggunakan angin yang datang hampir 45 derajat dari depan. Pada abad ke 15, kapal-kapal Eropa memiliki dua atau tiga tiang, menjelajah dunia dengan layar segi empat dan segitiga. Susunan seperti itu sangat mempermudah pelayaran karena perahu sangat mudah dikendalikan.
Pada abad ke 19 orang membuat kapal-kapal layar yang dapat bergerak dengan cepat dan mengangkut muatan yang sangat banyak. Yang tercepat di antara kapal-kapal seperti itu adalah kapal Amerika yang bernama Sovereign of the Sea yang dapat menyeberangi Atlantik dalam waktu 14 hari. Kecepatan paling tinggi yang dicapai kapal seperti itu adalah 40 km per jam.

Pada jaman modern ini pemanfaatan layar mulai dikembangkan lagi dengan cara dikontrol oleh komputer. Penggunaan layar dapat menghemat bahan bakar sampai 1/6 jumlah bahan bakar yang seharusnya digunakan.

D. KAPAL BERMESIN UAP.

Dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt maka penggunaan tenaga penggerak itu juga merambah kepada sektor perkapalan. Sekarang pelayaran tidak bergantung kepada angin. Ada angin ataupun tidak kapal tetap bisa berlayar. Kapal semakin hari semakin besar dan dapat mengangkut muatan yang sangat banyak. Pemanfaatan mesin uap pada kapal melahirkan penemuan baru yaitu kapal jentera.


Kapal jentera adalah kapal yang digerakkan oleh jentera atau roda besar dengan kisi-kisi sebagai dayungnya. Roda dipasang di kedua sisi kapal, atau di buritan kapal. Roda pendayung digerakkan oleh mesin uap. Kapal dengan dua jentera sangat mudah dibelokkan karena satu roda dapat diputar mundur sedangkan roda yang lain diputar maju sehingga kapal berbelok.

Penemuan baling-baling kapal yang seluruhnya terletak di dalam air mengakhiri kejayaan kapal jentera yang lebih mudah rusak dan kurang efisien. Sekarang masih ada kapal jentera yang dioperasikan di sungai Missisipi, Amerika Serikat sebagai kapal wisata.


Kapal uap yang sangat besar dan mewah pada abad ke 19 yaitu Titanic tenggelam setelah menabrak gunung es.Setelah ditemukannya mesin berbahan bakar fosil kejayaan kapal uap telah hilang.

E. KAPAL MODERN.
Kapal modern menggunakan bahan bakar fosil yaitu solar dan bensin. Oleh karena diperkirakan bahan bakar fosil ini cepat habis maka sekarang sudah ada kapal yang menggunakan bahan bakar nuklir. Penggunaan nuklir sebagai bahan bakar dipakai pada kapal-kapal perang untuk operasi militer. Negara-negara besar seperti Amerika dan Rusia sudah mempunyai kapal yang bertenaga nuklir.Kapal induk Amerika Interprise dan kapal pemecah es Rusia Lenin menggunakan nuklir sebagai bahan bakar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar